Komentar
Novel Luar Biasa
Komentar :
Novel Luar biasa dahsyat. Saya sangat terkesan dengan novel ini karena mengubah saya menjadi lebih optimis dalam menghadapi hidup, pencapaian cita - cita juga mimpi.
Saya selalu menyarankan orang terdekat saya untuk membaca novel ini, agar merasakan kehebatan Coelho dalam meracik dan meramu kata.
Rugi sekali jika anda melewatkan Novel Best Seller Internasional ini.
--Karin Shantika Mahayana
setuju banget
Komentar :
saya setuju banget dengan milis ini. Pasti akan lebih interaktif...
--Sigit Kurniawan
Empati, Bukan Cuma Simpati
Komentar :
Tak disangka bahwa buku ini adalah novel. Jalan cerita, pengamatan, pelukisan, betapa pun, membuat kita seperti membaca sebuah laporan penelitian antropologi. Yang tak-ada cuma: uraian hipotesis dan tinjauan pustaka!
Namun, hal itu bisa dimaklumi. Penulis, Lapierre, dengan rela telah terjun-langsung ke sana. Ia agaknya tahu, kalau cuma sekedar simpati, sesuatu yang terkandung dalam kehidupan Negeri Bahagia itu belum tentu (untuk tidak mengatakan: tidak akan) dipahami. Dan ia, telah lakukan itu. Hasilnya: karyanya banyak dibeli dan segera menerbitkan haru dan iba di kalangan pembacanya.
Sayangnya, karya ini baru diterjemahkan sekarang. Padahal, tidak kurang dari Goenawan Mohamad sendiri, pernah membicarakannya dulu, dalam salah satu Catatan Pinggir di majalah Tempo--sekitar (kalau tak-salah!) dasawarsa 80-an kemarin.
City of Joy judulnya, mengapa begitu, dapat kita pahami setelah tahu tentang keterjunlangsungan penulisnya. Yang ia lihat dan tangkap adalah wujud-wujud kebahagiaan, meski dalam pelbagai hal yang kita akan mual-muntah ketika melihatnya.
Tak dapat dibayangkan, karenanya. Cuma, akan kita pahami juga kalau kita coba beradaptasi dan terjun-langsung seperti Kovalski--salah satu tokoh protagonis dalam karya ini.
--Rimbun Natamarga
Bukan Akan, Tapi Setelah
Komentar :
Tidak tahu, ini salah peresensi atau memang dari isi-bukunya langsung. Yang jelas, dikatakan dalam resensinya bahwa dalam teologi seks dianjurkan untuk bersuci (mandi atau wudhu) bagi suami-istri yang AKAN melakukan hubungan seks agar tidak dilirik/diganggu oleh setan.
Padahal dalam Islam sendiri, yang diperintahkan adalah membaca do`a berhubungan badan ketikan AKAN, sebagai usaha agar setan tidak IKUT CAMPUR ketika proses itu dan anak yang dilahirkannya (nanti, kalau terhasilkan) tidak digangu oleh setan. Itu saja.
Baru setelah orgasme, ketika pasangan suami-istri itu akan melanjutkan lagi, disunnahkan untuk mandi atau berwudhu bagi pasangan itu. Alasannya, agar keduanya dapat segar kembali dalam melakukannya lagi.
Setelah selesai, barulah bagi kedua pasangan, diwajibkan untuk mandi Junub (mandi besar).
Memang, dikatakan, bahwa malaikat tidak akan mendekati manusia ketika dua: (1) buang-hajat dan (2) berhubungan-badan. Akan tetapi, itu tidak ada hubungannya dengan proses bersuci ketika AKAN tadi (lagijuga, bersuci itu bukan ketika akan!).
Akhirnya, entah kepada peresensi atau redaksi, mohon agar hal-hal yang keliru seperti ini diperhatikan lagi (dan memang: bisa jadi, penulis buku tersebut yang keliru!). Sebab Ruang Baca itu "dikonsumsi" oleh banyak pembaca di negeri ini.
Demikian.
--Rimbun Natamarga
Mana Cerpen
Komentar :
MAna cerpen yang dikirim oleh pembaca...?
saya rasa penting juga untuk di terbitkan di ruang baca cetak...
gimana?
--Rizki Pradana
prev 1 2 3 next
|