Salam,
Ada keramaian mengenai buku yang boleh dibilang selalu ikut menyemarakkan Ruang Baca tapi kali ini absen atau hanya muncul sedikit saja, yakni Festival Penulis dan Pembaca Ubud dan Pameran Buku Frankfurt. Mereka yanng ingin mencari tahu hal baru apa yang berlangsung di dua peristiwa itu pasti kecewa.
Sebenarnya kami tak benar-benar berniat melupakan (jika mau disebut demikian) keduanya. Bagaimanapun harus diakui baik Festival Ubud maupun Pameran Frankfurt sama-sama punya signifikansi dalam dunia perbukuan. Festival Ubud, proyek dari Yayasan Mudra Swari Saraswat yang sudah berlangsung sejak 2004, boleh dibilang telah menjadi forum internasional yang memperkuat dialog global antarpenulis dari berbagai belahan dunia mengenai masalah-masalah mutakhir. Sedangkan Pameran Frankfurt adalah pameran buku terbesar di dunia, peristiwa yang tak bakal dlewatkan oleh penerbit dunia yang ingin menjangkau audiens yang lebih luas.
Beberapa kali meliput dan menulis tentang kedua peristiwa yang kebetulan berlangsung hampir bersamaan itu (di pertengahan Oktober setiap tahunnya), boleh dibilang kami sudah akrab dengan seluk-beluknya. Kontributor kami di Jerman bahkan sudah bisa dengan mudah mendapatkan izin peliputan karena sudah bolak-balik melakukannya.
Tetapi tahun ini kami putuskan untuk mengambil napas dulu, semata demi menghindarkan diri dari sesuatu yang bersifat rutin. Kami sedang memikirkan dan akan mencoba kemungkinan-kemungkinan lain untuk menyajian berita dan perkembangan terbaru dari kedua peristiwa itu. Untuk edisi ini, sementara itu, kami hanya menurunkan wawancara dengan Yang Lian, penyair Cina yang merupakan salah satu eksponen kelompok yang dinamai Misty Poets dan kini tinggal di London, Inggris.
Demikianlah, Pembaca. Semoga tidak ada yang benar-benar kehilangan. Kami berharap tahun depan bisa kembali menghadirkan liputan dari atau tulisan mengenai kedua peristiwa itu dengan lebih menarik.