Edisi 25 Februari 2009
U L A S A N
Hukum Newton untuk Pemasaran
Judul: GRAVITATIONAL MARKETING: THE SCIENCE OF ATTRACTING CUSTOMERS
Penulis: by Jimmy Vee, Travis Miller, Joel Bauer
Penerbit: Wiley
Tahun: Edisi hardcover, 3 Maret 2008
Tebal: 272 hlm.
Seberapa banyak Anda belajar dari membaca buku? Sebagian dari Anda mungkin memetik manfaatnya. Namun, cukup banyak orang yang saya jumpai meremehkan manfaatnya.
Tentu, buku bukan merupakan satu-satunya penyokong terbesar kita dalam berkarya. Mungkin juga kontribusinya hanya 10 persen dari hal-hal lain yang mempengaruhi sukses kita. Namun, saya tidak bisa membayangkan orang bisa melakoni profesi tanpa pernah membaca buku. Tanpa buku, wawasan bisa menjadi sempit.
Masalahnya, ada banyak buku yang mesti dipilih. Selain itu, untuk topik tertentu juga sama saja: begitu berjubel buku di rak yang ada di toko-toko; siapa saja pasti kebingungan untuk menentukan mana yang layak dibaca dan mana yang sebaiknya dilewatkan.
Topik pemasaran termasuk di antara yang paling banyak dibicarakan, dan tentu saja ditulis ke dalam buku. bisa dikatakan salah satu yang paling tua. Bila Anda membuka Google dengan pencarian “book on marketing”, akan muncul lebih dari 138 juta item ditemukan. Di antara semua itu, kenapa mesti membaca buku berjudul Gravitational Marketing ini? Satu hal yang pasti, istilah yang digunakan cukup menarik, dan sepertinya merupakan terobosan baru dalam pemasaran. Subjudulnya pun, The Science of Attracting Customers, cukup menjanjikan bagi calon pembaca.
Betulkah? Mari kita lihat isinya.
Siapa tidak menginginkan pelanggan? Semuanya butuh pelanggan dan itu merupakan hal penting. Buku ini memperkenalkan cara untuk menarik pelanggan tanpa susah-payah karena secara otomatis sudah menarik. Jimmy Vee, Travis Miller, dan Joel Bauer mengulas secara terperinci dalam tujuh cara.
Salah satunya adalah mengidentifikasi diri kita sebagai seorang ahli. Pendefinisian sebagai ahli pun cukup sederhana, yaitu dengan kriteria lamanya menekuni suatu bidang, keahlian menanganinya, dan kemampuan untuk mengerjakan secara memuaskan untuk pelanggan. Artinya, bila Anda mengidentifikasi diri sebagai seorang ahli memasak, Anda sudah pasti harus telah lama menggelutinya, menguasai secara baik menu makanan yang sesuai dengan acaranya (pernikahan, seminar, khitanan, misalnya), dan mampu memuaskan pelanggan. Bila kriteria ini dipenuhi, Anda bisa disebut sebagai seorang ahli.
Struktur buku ini dibagi menjadi dua bagian besar. Bagian pertama berbicara pada tingkat konsep, sedangkan bagian kedua berfokus pada teknik pelaksanaan.
Gravitational Marketing memiliki tiga lingkaran (three rings) yang merupakan elemen penting: pasar, pesan, dan media. Ini artinya pendefinisian pasar harus sudah jelas agar pesan yang dibuat tepat mengenai sasaran, menggunakan media yang tepat. Dengan menggunakan gravitasi (mengambil analogi dari Prinsip Newton) pelanggan otomatis akan tertarik. Selain mengulas pada tingkat konsep, buku ini juga dilengkapi dengan panduan teknis di bagian kedua. Bagi Anda yang merasa sudah bosan dengan konsep, disarankan langsung membaca bagian kedua tanpa harus membaca bagian pertama. Bagian ini terdiri atas tujuh bab yang secara terperinci memandu pembaca melalui 36 teknik pemasaran dengan media yang berbeda.
Salah satu taktik menarik yang perlu Anda pertimbangkan adalah dalam pertukaran kartu nama. Disarankan Anda tidak memberikan kartu nama pada suatu jamuan atau pertemuan. Yang disarankan justru meminta kartu nama orang lain dan Anda menyiapkan suatu penawaran gratis berupa laporan, analisis, kertas kerja, perangkat lunak diagnosis, atau layanan lainnya sebagai pintu masuk Anda kepada calon pelanggan.
Cara itu tidak lazim karena bisanya kita bertukar kartu nama saat bertemu dengan orang lain di suatu jamuan atau pertemuan seminar. Jimmy, Travis dan Joel menganggap pemberian kartu nama akan berujung sia-sia karena pada akhirnya akan masuk tong sampah. Anda siapkan brosur/pamflet yang menawarkan layanan gratis itu. Bila Anda seorang psikolog, Anda cantumkan layanan gratis konsultasi via Internet, misalnya.
Meskipun secara penampilan cukup menarik dan istilah yang digunakan menimbulkan rasa penasaran, buku ini menuai dua hal yang mengganggu. Pertama, terlalu berani mendeklarasikan bahwa konsep dan teknik yang ditawarkan merupakan hal baru dan sensasional. Ini benar bila yang membaca buku ini pertama kali belajar pemasaran. Bagi yang paham pemasaran, bukan hal yang baru. Contoh paling mudah adalah networking yang sudah sangat lazim dan menjadi “bahasa gaul”.
Kedua, buku ini terlalu naif dalam memberikan nasihat menjanjikan kepada pembaca. Seolah bila pembaca melakukan hal-hal yang disarankan, dijamin keberhasilan dicapai. Dari halaman demi halaman yang saya baca, saya sering tertegun dengan kenaifan para penulis yang seolah menggurui kisah suksesnya untuk pembaca.
Premis sederhana yang ditawarkan buku ini memang pas bila dikaitkan dengan mahalnya biaya promosi dan iklan. Belum lagi semakin banyak iklan beredar yang membuat calon pelanggan bingung dalam mengambil keputusan. Bila secara intrinsik Anda sebagai seorang ahli sudah menarik, pesanan datang secara otomatis.
Sebagai konsultan independen sejak 2002, saya merasakan sendiri manfaat dari networking. Sebagai konsultan independen, praktis saya hanya mengandalkan jejaring kenalan untuk mendapatkan pesanan, baik itu jasa konsultasi maupun pelatihan in-house. Jadi, jangan remehken kenalan Anda dan selalu tingkatkan pengembangan diri Anda di bidang yang ditekuni agar selalu meningkat keahlian Anda. Bagi saya sendiri, beberapa taktik yang diuraikan buku ini tetap menarik dilaksanakan dalam profesi saya, dengan beberapa penyesuaian.
Gatot Widayanto, Konsultan Manajemen
http://www.valuequest.co.id/
|