Home
Sudut Lipatan
Dari Katalog Lama
Surat
pengarang
P E N E R B I T
Kolom
U L A S A N
Cerita Sampul
EDISI LAIN
 

 

Edisi 31 Maret 2008

Sudut Lipatan


Rak Buku

Perabot semacam lemari yang dilengkapi rak-rak untuk meletakkan buku. Perabot ini kadangkala ditambah dengan pintu kaca. Bahannya beragam, seperti kayu, kaca, atau besi.

Bentuk rak buku saat ini sudah dipakai sejak awal dikenal. Encyclopedia Britannica mencatat salah satu bukti rak buku tertua terdapat dalam Codex Amiatinus (689-716 Masehi) di Florence, Italia. Manuskrip tulisan tangan berhiasan ini memuat gambar Ezra, pemimpin agama Yahudi di Babylonia dan Yerusalem pada abad ke-4 sebelum Masehi, sedang menulis didepan sebuah papan tulis dengan pintu terbuka dan rak-rak berisi buku.

Selain lemari, ada pula bentuk aumbry atau rongga di dinding, yang dulu lazim terdapat di gereja, juga dipakai untuk menyimpan buku di zaman dahulu. Sejarah rak buku juga berhubungan dengan standar penyimpanan Abad Pertengahan di perpustakaan-perpustakaan universitas Inggris.

Rak buku awal yang bagus di Italia dibikin dari kotak persegi yang menonjol di dinding atau model aumbry, yang sering disertai patung atau vas hiasan. Rak ini muncul di abad ke-17. Pada masa yang sama Prancis juga menjadi negara pertama yang memakai rak buku dengan rak bagian atasnya dibikin dari kaca, bukan kayu seperti pada umumnya.

Dalam arsitektur Jepang, rak-rak dibangun masuk ke dalam dinding, suatu gaya arsitektur domestiknya, yang pertama kali muncul semasa periode keshogunan feodal Kamakura (1192-1333). Bentuk ini disebut chigai-dana (chigai artinya berbeda dan dana artinya rak).

Sebelumnya rak-rak, tempat penyimpanan gulungan kerta atau barang lainnya, di sana dibikin tegak bebas. Sejak muncul chigai-dana, rak buku berubah gaya dan biasanya disertai tokonoma, ruang di dinding yang lebih luas untuk menempatkan benda-benda seni, yang kadang terbuka dan kadang juga disertai pintu geser.

IWANK