Registrasi
 
Tentang kami
 
Hubungi kami
 
advance search
 
 
 
 
 
 
  Home
  Berita buku
  Forum diskusi
  Profil pengarang
  Kelas baca
  Agenda
  Ruang Baca

  Edisi November 2009
 




 
  minggu | 26 | 05 | 2013 | 01:20
Forum Diskusi Topik bulan ini | Buku bulan ini | Kantong ide | Resensi anda

Dunia Muram Harry Potter

Judul buku : Harry Potter and the Half-Blood Prince
Penulis : J.K. Rowling
Penerbit : Bloomsbury
Halaman : 607

Penggemar di seluruh dunia sudah hapal dengan struktur dasar setiap judul Harry Potter. Bab pertama akan berisi kehidupan keluarga Dursley di Pivet Drive, tempat Harry Potter menghabiskan liburan membosankan di sana. Akan ada konflik Potter dengan keluarga Dursley sebelum ia pergi ke Diagon Alley untuk membeli kebutuhan sekolah.

Tapi dalam novel keenam, Harry Potter and the Half-Blood Prince yang dijual mulai Sabtu (16/7), tradisi ini berubah. Harry Potter dan keluarga Dursley baru muncul di bab ketiga.

J.K. Rowling, penulis, rupanya lebih memilih dua bab pertama diisi perdana menteri muggle menanggapi pemberontakan Voldemort di dunia sihir dan soal Snape.

Perbedaan ini mengisyaratkan nuansa dalam novel ini yang lebih muram. Humor lebih sedikit. Lebih muram. Lebih "gelap".

Di bab ketiga pun, kehidupan Potter di keluarga Dursley, yang biasanya penuh dengan humor, menjadi begitu kering. Sebelum Dudley, si sepupu Potter, membuat ulah, Dumbledore sudah datang. Suasana menjadi sangat serius.

Padahal di lima seri Harry Potter sebelumnya, kelucuan dan kekonyolan keluarga Dursley menjadi salah satu magnet yang membuat orang membaca sampai selesai.

Ingat adegan Dudley Dursley tiba-tiba saja terjebak di kandang ular dalam kebun binatang di buku pertama? Atau saat Dobby si peri rumah menghancurkan acara makan malam Mr. Dursley di buku kedua?

Suasana muram ini terbawa terus sepanjang novel. Saat pertama tiba di Leaky Couldron, misalnya, sudah ada tulisan ini. "Leaky Cauldron, untuk pertama dalam ingatan Harry, sepenuhnya kosong," tulis J.K. Rowlings.

Karakter yang biasanya menarik, guru pelajaran Pertahanan dari Sihir Hitam, juga hilang dalam buku kali ini.

Persoalannya sederhana. Gurunya orang lama. Severus Snape--yang semula mengajar membuat ramuan--ditugaskan mengajar melawan sihir hitam. Karakter Snape sudah ada dalam lima buku sebelumnya.

Padahal karakter guru anti sihir hitam biasanya selalu baru setiap episode. Selalu menarik, unik, dan kadang lucu. Di buku pertama, Harry Potter and Philosopher's Stone, ada Profesor Quirrell yang selalu bersorban, penakut, tapi pembual luar biasa sebagai guru lawan sihir hitam.

Di buku kedua ada Gilderoy Lockhart, penyihir sangat terkenal, sangat tampan, sangat digemari, dan sangat sok. Saat mengajar, bukannya bertanya soal teknik bertempur tapi malah memberi pertanyaan soal biografi dirinya.

Berikutnya ada Remus John Lupin yang ternyata seorang warewolf, serigala jadi-jadian saat purnama, tapi sangat pintar mengajar. Ada Mad-Eye Moody yang ternyata samaran pengikut Voldemort. Seri kelima ada Dolores Umbridge, pejabat Kementrian Sihir, yang hanya bersedia mengajar teori bertempur lawan sihir hitam.

Jika Anda ingin bertanya tentang Voldemort, di buku ini juga tidak muncul. Hanya adegan kilas balik saat Dumbledore memperlihatkan bagaimana proses penciptaan Voldemort sehingga terjebak sihir hitam.

Judul seri keenam ini, Half-Blood Prince, diambil dari nama pemilik buku Advanced Potion Making (Pembuatan Ramuan Tingkat Lanjut) yang tidak sengaja jatuh ke tangan Potter.

Buku ini sangat membantu Potter dalam pelajaran membuat ramuan sihir. Half-Blood Prince membuat coretan tips agar hasilnya lebih bagus. Beberapa mantera buatan sendiri--yang efektif digunakan Potter--juga ada di lembaran buku.

Belakangan, Half-Blood Prince ini membuat buku ini lebih "gelap" daripada seri sebelumnya. Ia membunuh salah satu orang terdekat Potter.

Kemuraman bertambah ketika Harry Potter tidak bisa ikut pertandingan Quidditch terakhir tim Gryffindor karena menjalani hukuman Snape.

Untung saja Gryffindor menang telak. Dan Harry mendapat hadiah lebih besar lagi. Ginny Weasley. Begini J.K. Rowling menulisnya: "Harry memandang sekeliling; Ginny berlari ke arahnya; wajahnya tegang dan bercahaya saat ia melembarkan pelukan. Dan tanpa berpikir, tanpa rencana, tanpa memikirkan bahwa 50 orang melihat, Harry menciumnya."

Ia bisa berpacaran dengan Ginny Weasley yang ditaksir sejak liburan di rumah Ron Weasley gara-gara kemenangan ini. Ini bisa jadi kisah paling riang dari episode paling muram Harry Potter.

Meski muram, J.K. Rowling tidak membuat orang menyesal membaca bagian keenam ini. Satu-satunya yang disesalkan, bagi sebagian besar penggemar Harry Potter di Indonesia, karena belum ada versi terjemahan.

Kita juga masih menunggu apa yang akan terjadi dengan episode terakhir. JK. Rowling sudah menyatakan dari seri pertama sampai terakhir, suasana akan makin muram. Jika bagian keenam sudah begini "gelap", entah bagaimana seri terakhir nantinya. Saat Potter mesti menghadapi puncak pemberontakan.

nurkhoiri


Kirim komentar | Baca komentar | Arsip
 
  Copyright Tempo 2005 busana muslim